Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh



Jumat, 17 April 2015

Shalat Jama` dan Shalat Qashar

Nama          : Achmad Mei
Kelas          : XI IPS
Sekolah      : MA Islamic Centre


Shalat Jama` dan Shalat Qashar
    A. Shalat Jama`
         Shalat Jama’ adalah melaksanakan dua shalat wajib dalam satu waktu, yakni melakukan shalat Dzuhur dan shalat Ashar di waktu Dzuhur dan itu dinamakan Jama’ Taqdim, atau melakukannya di waktu Ashar dan dinamakan Jama’ Takhir. Dan melaksanakan shalat Magrib dan shalat Isya’ bersamaan di waktu Magrib atau melaksanakannya di waktu Isya’. Jadi shalat yang boleh dijama’ adalah semua shalat Fardhu kecuali shalat Shubuh. Shalat shubuh harus dilakukan pada waktunya, tidak boleh dijama’ dengan shalat Isya’ atau shalat Dhuhur. Shalat yang digabungkan, yaitu mengumpulkan dua shalat fardhu yang dilaksanakan dalam satu waktu. Misalnya, shalat dzuhur dan Ashar dikerjakan pada waktu Dzuhur atau pada waktu Ashar. Shalat Maghrib dan Isya’ dilaksanakan pada waktu Maghrib atau pada waktu Isya’. Sedangkan Subuh tetap pada waktunya dan tidak boleh digabungkan dengan shalat lain. Shalat Jama' ini boleh dilaksankan karena bebrapa alasan (halangan) berikut ini :
1. Dalam perjalanan yang bukan untuk maksiat
2. Apabila turun hujan lebat
3. Karena sakit dan takut
4. Jarak yang ditempuh cukup jauh, yakni kurang lebihnya 81 km. (begitulah yang disepakati oleh sebagian Imam Madzhab sebagaimana disebutkan dalam kitab AL-Fikih, Ala al Madzhabhib al Arba’ah, sebagaimana pendapat para ulama madzhab Maliki, Syafi’i dan Hambali.)
 
Shalat jama' dapat dilaksanakan dengan 2 (dua) cara :
1. Jama' Taqdim (Jama' yang didahulukan) 
Jama` Taqdim adalah menjama' 2 (dua) shalat dan melaksanakannya pada waktu shalat yang pertama. Misalnya shalat Dzuhur dan Ashar dilaksanakan pada waktu Dzuhur atau shalat Maghrib dan Isya’ dilaksanakan pada waktu Maghrib. Syarat Sah Jama' Taqdim ialah:
a. Berniat menjama' shalat kedua pada shalat pertama
b. Mendahulukan shalat pertama, baru disusul shalat kedua
c. Berurutan, artinya tidak diselingi dengan perbuatan atau perkataan lain, kecuali duduk, iqomat atau sesuatu keperluan yang sangat penting
2. Jama' Ta’khir (Jamak yang diakhirkan)
 Jama` Ta`khir adalah menjamak 2 (dua) shalat dan melaksanakannya pada waktu shalat yang kedua. Misalnya, shalat Dzuhur dan Ashar dilaksanakan pada waktu Ashar atau shalat Maghrib dan shalat Isya’ dilaksanakan pada waktu shalat Isya’. Syarat Sah Jama' Ta’khir ialah:
a. Niat (melafazhkan pada shalat pertama) yaitu : ”Aku ta’khirkan shalat Dzuhurku diwaktu Ashar.”
b. Berurutan, artinya tidak diselingi dengan perbuatan atau perkataan lain, kecuali duduk, iqomat atau sesuatu keperluan yang sangat penting.
         Berikut adalah Niat melakukan Shalat Jama` :
I. Niat Shalat Dhuhur Jamak Takdim dengan Shalat Ashar :

اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِاَرْبَعَ رَكْعَا تٍ مَجْمُوْعًا مَعَ العَصْرِ مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

II. Niat Shalat Ashar Jamak Takdim dengan Shalat Dhuhur :

 اُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِاَرْبَعَ رَكْعَا تٍ مَجْمُوْعًا مَعَ الظهر مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

III. Niat Shalat Dhuhur Jamak Takhir dengan Shalat Ashar :

اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِاَرْبَعَ رَكْعَا تٍ مَجْمُوْعًا مَعَ العَصْرِ مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

 IV. Niat Shalat Ashar Jamak Takhir dengan Shalat Dhuhur :

اُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِاَرْبَعَ رَكْعَا تٍ مَجْمُوْعًا مَعَ الظُّهْرِ مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

V. Niat Shalat Dhuhur Qashar taqdim dhuhur dan ashar :

اُصَلِّى فَرْضَ اْلظُهْرِ قَصْرَا مَجْمُوْعًا مَعَ اْلعَصْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ مَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى
Niat Shalat Ashar Qashar taqdim dhuhur dan ashar (dilaksanakan pada waktu shalat dhuhur).

اُصَلِّى فَرْضَ اْلعَصْرِ قَصْرَا مَجْمُوْعًا مَعَ اْلظُهْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ مَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى
Shalat Dhuhur Jamak Takhir Serta Qashar Dengan Shalat Ashar dilaksanakan pada waktu shalat ashar.

VI. Niat Shalat Maghrib Jamak Taqdim :

اُصَلِّى فَرْضَ اْلمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا مَعَ اْلعِشَاءِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ مَأْمُوْمًا\ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى

VII. Niat Shalat Isya Jamak Taqdim :

اُصَلِّى فَرْضَ اْلعِشَاءِ قَصْرَا مَجْمُوْعًا مَعَ اْلمَغْرِبِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ مَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى

VIII. Niat Shalat Jamak Takhir Maghrib :


اُصَلِّى فَرْضَ اْلمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا مَعَ اْلعِشَاءِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ مَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى

 IX. Niat Shalat Jamak Takhir Isya :
اُصَلِّى فَرْضَ اْلعِشَاءِ مَجْمُوْعًا مَعَ اْلمَغْرِبِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍمَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى



  B. Shalat Qashar
          Shalat yang diringkas, yaitu shalat fardhu yang 4 (empat) rakat (Dzuhur, Ashar dan Isya’) dijadikan 2 (dua) rakaat, masing-masing dilaksanakan tetap pada waktunya. Sebagaimana menjamak shalat, meng-qashar shalat hukumnya sunnah. Dan ini merupakan rushah (keringanan) dari Allah SWT bagi orang-orang yang memenuhi persyaratan tertentu. Adapun syarat syah shalah Qashar sama dengan shalat Jamak, hanya ditambah :
1. Shalatnya yang 4 (empat) rakaat
2. Tidak makmum kepada orang yang shalat sempurna
3. Harus memahami cara melakukan
4. Masih dalam perjalanan, bila sudah sampai dirumah harus dikerjakan sempurna walaupun tetap jama'.
Perhatikan Hadist Nabi SAW :
”Rasulullah SAW tidak bepergian, melainkan mengerjakan shalat dua raka’at saja sehingga beliau kembali dari perjalanannya dan bahwasanya beliau telah bermukim di Mekkah di masa Fathul Mekkah selama delapan belas malam, beliau mengerjakan shalat dengan para Jama’ah dua raka’at kecuali shalat Maghrib. Kemudian bersabda Rasulullah SAW : ”Wahai penduduk Mekkah, bershalatlah kamu sekalian dua raka’at lagi, kami adalah orang-orang yang dalam perjalanan.” (HR. Abu Daud)
         Sedangkan cara melaksanakan shalat Qashar adalah :
1. Niat shalat qashar ketika takbiratul ihram.
2. Mengerjakan shalat yang empat rakaat dilaksanakan dua rakaat kemudian salam
Firman Allah SWT :
”Bila kamu mengadakan perjalanan dimuka bumi, tidaklah kamu berdosa jika kamu memendekkan shalat...” (QS. An-Nisa: 101)
Nabi SAW bersabda :
”Dari Ibnu Abbas R.A. ia berkata : ”Shalat itu difardhu-kan atau diwajibkan atas lidah Nabimu didalam hadlar (mukim) empat rakaat, didalam safar (perjalanan) dua rakaat dan didalam khauf (keadaan takut/perang) satu rakaat.” (HR. Muslim)
           Qashar hanya boleh dilakukan oleh Musafir baik safar dekat atau safar jauh, karena tidak ada dalil yang membatasi jarak tertentu dalam hal ini, jadi seseorang yang bepergian boleh melakukan qashar apabila bepergiannya bisa disebut safar menurut pengertian umumnya. sebagian ulama memberikan batasan dengan safar yang lebih dari 80 Km agar tidak terjadi kebingungan dan tidak rancu, namun pendapat ini tidak berdasarkan dalil shahih yang jelas. (lihat Al Muhalla, Ibnu Hazm 21/5, Zaadul Ma’ad, Ibnul Qayyim 1/481, Fiqhua Sunnah, Sayyid Sabiq 1/307-308, As Shalah, Prof. Dr. Abdullah Ath Thayyar 160-161, Al Wajiz, Abdul Adhim Al Khalafi 138).
          Apabila terjadi kerancuan dan kebingungan dalam menentukan jarak atau batasan diperbolehkannya meng-qashar shalat maka tidak mengapa kita mengikuti pendapat yang menentukan jarak dan batasan tersebut-yaitu sekitar 80 atau 90 Km, karena pendapat ini juga merupakan pendapat para Imam dan Ulama yang layak ber-ijtihad. (lihat Majmu’ Fatawa Syaikh Utsaimin 15/265).
Seorang musafir diperbolehkan meng-qashar shalatnya apabila telah meninggalkan kampung halamannya sampai dia pulang kembali ke rumahnya. (Al Wajiz, Abdul ‘Adhim Al Khalafi 138).
           Berkata Ibnu Mundzir : “Aku tidak mengetahui (satu dalil-pun) bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam meng-qashar dalam safarnya melainkan setelah keluar (meninggalkan) kota Madinah.” Berkata Anas Radhiallahu ‘Anhu : “Aku shalat bersama Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam di kota Madinah 4 raka’at dan di Dzul Hulaifah (luar kota Madinah) dua raka’at.” (HR. Bukhari dan Muslim).
          Berikut adalah Niat melakukan Shalat Qashar : 
 
I. Niat Shalat Dhuhur Qashar Takhir Dhuhur dan Ashar :

اُصَلِّى فَرْضَ اْلظُهْرِ قَصْرَا مَجْمُوْعًا مَعَ اْلعَصْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ مَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى

II. Niat Shalat Ashar Qashar Takhir Dhuhur dan Ashar :

اُصَلِّى فَرْضَ اْلعَصْرِ قَصْرَا مَجْمُوْعًا مَعَ اْلظُهْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ مَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى

III. Niat Shalat Maghrib :

اُصَلِّى فَرْضَ اْلمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا مَعَ اْلعِشَاءِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ مَأْمُوْمًا\ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى

IV. Niat Shalat Isya’ :

اُصَلِّى فَرْضَ العِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا مَعَ المَغْرِبِ مَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى
 Niat Shalat Maghrib Jamak Takhir Maghrib Qashar dan Isya. dilaksanakan pada waktu shalat isya’
Niat Shalat Maghrib
اُصَلِّى فَرْضَ اْلمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ قَصْرَا مَجْمُوْعًا مَعَ اْلعِشَاءِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ مَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى

V. Niat Shalat Jamak Takhir Qashar Isya’:

اُصَلِّى فَرْضَ اْلعِشَاءِ قَصْرَا مَجْمُوْعًا مَعَ اْلمَغْرِبِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍمَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى

VI. Niat Shalat Isya’ :

اُصَلِّى فَرْضَ العِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا مَعَ المَغْرِبِ مَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى
 Niat Shalat Maghrib Jamak Takhir Maghrib Qashar dan Isya. dilaksanakan pada waktu shalat isya’
Niat Shalat Maghrib
اُصَلِّى فَرْضَ اْلمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ قَصْرَا مَجْمُوْعًا مَعَ اْلعِشَاءِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ مَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى

1 komentar:

Anonim mengatakan...

terimakasih post nya :-)