Kelas : XI IPS
Sekolah : MA Islamic Centre
Shalat Jama` dan Shalat Qashar
A. Shalat Jama`
Shalat
Jama’ adalah melaksanakan dua shalat wajib dalam satu waktu, yakni melakukan shalat Dzuhur dan shalat Ashar di waktu Dzuhur dan itu
dinamakan Jama’ Taqdim, atau melakukannya di waktu Ashar dan dinamakan Jama’
Takhir. Dan melaksanakan shalat Magrib dan shalat Isya’ bersamaan di waktu
Magrib atau melaksanakannya di waktu Isya’. Jadi shalat yang boleh dijama’
adalah semua shalat Fardhu kecuali shalat Shubuh. Shalat shubuh harus dilakukan
pada waktunya, tidak boleh dijama’ dengan shalat Isya’ atau shalat Dhuhur. Shalat yang
digabungkan, yaitu mengumpulkan dua shalat fardhu yang dilaksanakan
dalam satu waktu. Misalnya,
shalat dzuhur dan Ashar dikerjakan pada waktu Dzuhur atau
pada waktu Ashar. Shalat Maghrib dan Isya’ dilaksanakan pada
waktu Maghrib atau pada waktu Isya’. Sedangkan
Subuh tetap pada waktunya dan tidak boleh digabungkan dengan shalat lain.
Shalat Jama' ini boleh dilaksankan karena bebrapa alasan (halangan) berikut
ini :
1. Dalam perjalanan yang bukan
untuk maksiat
2. Apabila turun hujan lebat
3. Karena sakit dan takut
4. Jarak yang ditempuh cukup jauh,
yakni kurang lebihnya 81 km. (begitulah yang disepakati oleh sebagian Imam Madzhab sebagaimana
disebutkan dalam kitab AL-Fikih, Ala al Madzhabhib al Arba’ah,
sebagaimana pendapat para ulama madzhab Maliki, Syafi’i dan Hambali.)
Shalat jama' dapat dilaksanakan dengan 2
(dua) cara :
1. Jama' Taqdim (Jama' yang
didahulukan)
Jama` Taqdim adalah menjama' 2 (dua) shalat dan melaksanakannya pada waktu
shalat yang pertama. Misalnya shalat Dzuhur dan Ashar dilaksanakan
pada waktu Dzuhur atau shalat Maghrib dan Isya’ dilaksanakan
pada waktu Maghrib. Syarat Sah Jama' Taqdim ialah:
a. Berniat
menjama' shalat kedua pada shalat pertama
b. Mendahulukan
shalat pertama, baru disusul shalat kedua
c. Berurutan,
artinya tidak diselingi dengan perbuatan atau perkataan lain, kecuali duduk,
iqomat atau sesuatu keperluan yang sangat penting
2. Jama' Ta’khir (Jamak yang
diakhirkan)
Jama` Ta`khir adalah menjamak 2 (dua) shalat dan melaksanakannya pada waktu
shalat yang kedua. Misalnya, shalat Dzuhur dan Ashar dilaksanakan
pada waktu Ashar atau shalat Maghrib dan
shalat Isya’ dilaksanakan pada waktu shalat Isya’. Syarat Sah Jama' Ta’khir ialah:
a. Niat
(melafazhkan pada shalat pertama) yaitu : ”Aku ta’khirkan shalat Dzuhurku
diwaktu Ashar.”
b. Berurutan,
artinya tidak diselingi dengan perbuatan atau perkataan lain, kecuali duduk,
iqomat atau sesuatu keperluan yang sangat penting.
Berikut adalah Niat melakukan Shalat Jama` :
I. Niat Shalat Dhuhur Jamak Takdim dengan Shalat Ashar :
اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِاَرْبَعَ رَكْعَا تٍ مَجْمُوْعًا مَعَ العَصْرِ مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا لِلهِ تَعَالَى
اُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِاَرْبَعَ رَكْعَا تٍ مَجْمُوْعًا مَعَ الظهر مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا لِلهِ تَعَالَى
III. Niat Shalat Dhuhur Jamak Takhir dengan Shalat Ashar :
اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِاَرْبَعَ رَكْعَا تٍ مَجْمُوْعًا مَعَ العَصْرِ مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا لِلهِ تَعَالَى
اُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِاَرْبَعَ رَكْعَا تٍ مَجْمُوْعًا مَعَ الظُّهْرِ مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا لِلهِ تَعَالَى
V. Niat Shalat Dhuhur Qashar taqdim dhuhur dan ashar :
اُصَلِّى فَرْضَ اْلظُهْرِ قَصْرَا مَجْمُوْعًا مَعَ اْلعَصْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ مَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى
Niat Shalat Ashar Qashar taqdim dhuhur dan ashar (dilaksanakan pada waktu shalat dhuhur).
اُصَلِّى فَرْضَ اْلعَصْرِ قَصْرَا مَجْمُوْعًا مَعَ اْلظُهْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ مَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى
Shalat Dhuhur Jamak Takhir Serta Qashar Dengan Shalat Ashar dilaksanakan pada waktu shalat ashar.VI. Niat Shalat Maghrib Jamak Taqdim :
اُصَلِّى فَرْضَ
اْلمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا مَعَ اْلعِشَاءِ جَمْعَ
تَقْدِيْمٍ مَأْمُوْمًا\ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى
اُصَلِّى فَرْضَ اْلعِشَاءِ قَصْرَا مَجْمُوْعًا مَعَ اْلمَغْرِبِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ مَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى
VIII. Niat Shalat Jamak Takhir Maghrib :
اُصَلِّى
فَرْضَ اْلمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا مَعَ اْلعِشَاءِ جَمْعَ
تَأْخِيْرٍ مَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى
اُصَلِّى فَرْضَ اْلعِشَاءِ مَجْمُوْعًا مَعَ اْلمَغْرِبِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍمَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى
B. Shalat Qashar
Shalat yang diringkas, yaitu shalat fardhu yang 4 (empat) rakat (Dzuhur, Ashar dan Isya’) dijadikan 2 (dua) rakaat, masing-masing dilaksanakan tetap pada waktunya. Sebagaimana menjamak shalat, meng-qashar shalat hukumnya sunnah. Dan ini merupakan rushah (keringanan) dari Allah SWT bagi orang-orang yang memenuhi persyaratan tertentu. Adapun syarat syah shalah Qashar sama dengan shalat Jamak, hanya ditambah :
1. Shalatnya
yang 4 (empat) rakaat
2. Tidak
makmum kepada orang yang shalat sempurna
3. Harus
memahami cara melakukan
4. Masih
dalam perjalanan, bila sudah sampai dirumah harus dikerjakan sempurna walaupun
tetap jama'.
Perhatikan
Hadist Nabi SAW :
”Rasulullah
SAW tidak bepergian, melainkan mengerjakan shalat dua raka’at
saja sehingga beliau kembali dari perjalanannya dan bahwasanya beliau telah
bermukim di Mekkah di masa Fathul Mekkah selama delapan belas malam, beliau
mengerjakan shalat dengan para Jama’ah dua raka’at kecuali shalat
Maghrib. Kemudian bersabda Rasulullah SAW : ”Wahai penduduk Mekkah, bershalatlah
kamu sekalian dua raka’at lagi, kami adalah orang-orang yang dalam
perjalanan.” (HR. Abu Daud)
Sedangkan cara melaksanakan shalat Qashar
adalah :
1. Niat
shalat qashar ketika takbiratul ihram.
2. Mengerjakan
shalat yang empat rakaat dilaksanakan dua rakaat kemudian
salam
Firman Allah
SWT :
”Bila kamu
mengadakan perjalanan dimuka bumi, tidaklah kamu berdosa jika kamu memendekkan
shalat...” (QS. An-Nisa: 101)
Nabi SAW
bersabda :
”Dari Ibnu
Abbas R.A. ia berkata : ”Shalat itu difardhu-kan atau diwajibkan atas lidah
Nabimu didalam hadlar (mukim) empat rakaat, didalam safar
(perjalanan) dua rakaat dan didalam khauf (keadaan
takut/perang) satu rakaat.” (HR. Muslim)
Qashar hanya
boleh dilakukan oleh Musafir baik safar dekat atau safar jauh, karena tidak
ada dalil yang membatasi jarak tertentu dalam hal ini, jadi seseorang yang
bepergian boleh melakukan qashar apabila bepergiannya bisa disebut safar
menurut pengertian umumnya. sebagian ulama memberikan batasan dengan safar yang
lebih dari 80 Km agar tidak terjadi kebingungan dan tidak rancu, namun pendapat
ini tidak berdasarkan dalil shahih yang jelas. (lihat Al Muhalla, Ibnu
Hazm 21/5, Zaadul Ma’ad, Ibnul Qayyim 1/481, Fiqhua Sunnah, Sayyid Sabiq
1/307-308, As Shalah, Prof. Dr. Abdullah Ath Thayyar 160-161, Al Wajiz, Abdul
Adhim Al Khalafi 138).
Apabila
terjadi kerancuan dan kebingungan dalam menentukan jarak atau batasan
diperbolehkannya meng-qashar shalat maka tidak mengapa kita mengikuti pendapat
yang menentukan jarak dan batasan tersebut-yaitu sekitar 80 atau 90 Km, karena
pendapat ini juga merupakan pendapat para Imam dan Ulama yang layak
ber-ijtihad. (lihat Majmu’ Fatawa Syaikh Utsaimin 15/265).
Seorang
musafir diperbolehkan meng-qashar shalatnya apabila telah meninggalkan kampung
halamannya sampai dia pulang kembali ke rumahnya. (Al Wajiz, Abdul ‘Adhim
Al Khalafi 138).
Berkata Ibnu
Mundzir : “Aku tidak mengetahui (satu
dalil-pun) bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam meng-qashar dalam
safarnya melainkan setelah keluar (meninggalkan) kota Madinah.” Berkata Anas
Radhiallahu ‘Anhu : “Aku shalat
bersama Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam di kota Madinah 4 raka’at
dan di Dzul Hulaifah (luar kota Madinah) dua raka’at.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Berikut adalah Niat melakukan Shalat Qashar :
I. Niat Shalat Dhuhur Qashar Takhir Dhuhur dan Ashar :
II. Niat Shalat Ashar Qashar Takhir Dhuhur dan Ashar :
IV. Niat Shalat Isya’ :
Niat Shalat Maghrib
V. Niat Shalat Jamak Takhir Qashar Isya’:
VI. Niat Shalat Isya’ :
Niat Shalat Maghrib
اُصَلِّى فَرْضَ اْلظُهْرِ قَصْرَا مَجْمُوْعًا مَعَ اْلعَصْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ مَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى
اُصَلِّى فَرْضَ اْلعَصْرِ قَصْرَا مَجْمُوْعًا مَعَ اْلظُهْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ مَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى
III. Niat Shalat Maghrib :
اُصَلِّى فَرْضَ
اْلمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا مَعَ اْلعِشَاءِ جَمْعَ
تَقْدِيْمٍ مَأْمُوْمًا\ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى
اُصَلِّى فَرْضَ العِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا مَعَ المَغْرِبِ مَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى
Niat Shalat Maghrib Jamak Takhir Maghrib Qashar dan Isya. dilaksanakan pada waktu shalat isya’Niat Shalat Maghrib
اُصَلِّى
فَرْضَ اْلمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ قَصْرَا مَجْمُوْعًا مَعَ
اْلعِشَاءِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ مَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى
اُصَلِّى فَرْضَ اْلعِشَاءِ قَصْرَا مَجْمُوْعًا مَعَ اْلمَغْرِبِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍمَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى
اُصَلِّى فَرْضَ العِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا مَعَ المَغْرِبِ مَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى
Niat Shalat Maghrib Jamak Takhir Maghrib Qashar dan Isya. dilaksanakan pada waktu shalat isya’Niat Shalat Maghrib
اُصَلِّى
فَرْضَ اْلمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ قَصْرَا مَجْمُوْعًا مَعَ
اْلعِشَاءِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ مَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى
1 komentar:
terimakasih post nya :-)
Posting Komentar